cxhkir.com

6 Makanan yang Menyebabkan Jerawat, Hati-Hati Harus Dihindari!

Siasat makan fast food saat diet

Jakarta -

Penelitian menunjukkan bahwa makanan tertentu dapat menyebabkan jerawat. Yuk! Ketahui makanan yang menyebabkan jerawat dan patut untuk dihindari.

Jerawat adalah kondisi kulit umum yang mempengaruhi hampir 10% populasi dunia. Penyebabnya bervariasi bisa juga karena makanan. Hal ini mungkin disebabkan bahwa makanan memberikan pengaruh terhadap peradangan atau hormon tertentu yang mempengaruhi perkembangan jerawat.

Banyak faktor yang berkontribusi terhadap berkembangnya jerawat, termasuk produksi sebum dan keratin, bakteri penyebab jerawat, hormon, pori-pori tersumbat, dan peradangan. Hubungan antara pola makan dan jerawat masih menjadi kontroversi, namun penelitian terbaru menunjukkan bahwa pola makan dapat memainkan peran penting dalam perkembangan jerawat.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Berikut adalah makanan yang menyebabkan jerawat dan penting untuk dihindari:

1. Biji-bijian dan Gula Olahan

Orang yang berjerawat cenderung mengonsumsi lebih banyak karbohidrat olahan dibandingkan orang yang memiliki sedikit atau tanpa jerawat. Makanan kaya karbohidrat olahan meliputi roti, kerupuk, sereal, atau makanan penutup yang dibuat dengan tepung putih
pasta, soda dan minuman manis lainnya.

Seperti dikutip dari Healthline, sebuah penelitian menemukan bahwa seringnya konsumsi makanan tinggi gula atau lemak dikaitkan dengan kemungkinan 54% lebih tinggi terkena jerawat, sementara minuman manis dikaitkan dengan peluang 18% lebih tinggi. Peningkatan risiko ini mungkin disebabkan oleh efek karbohidrat olahan terhadap kadar gula darah dan insulin.

Karbohidrat olahan diserap dengan cepat ke dalam aliran darah, meningkatkan kadar gula darah. Ketika gula darah naik, kadar insulin juga meningkat untuk membantu memindahkan gula darah keluar dari aliran darah dan masuk ke sel. Namun, kadar insulin yang tinggi dapat dikaitkan dengan beberapa akibat negatif, termasuk diabetes, penyakit jantung, dan jerawat.

Insulin membuat hormon androgen lebih aktif dan meningkatkan insulin-like growth factor 1 (IGF-1). Hal ini berkontribusi terhadap perkembangan jerawat dengan membuat sel-sel kulit tumbuh lebih cepat dan meningkatkan produksi sebum.

2. Produk Susu

Banyak penelitian menemukan hubungan antara produk susu dan tingkat keparahan jerawat pada remaja. Dua penelitian juga menemukan bahwa orang dewasa muda yang rutin mengonsumsi susu atau es krim empat kali lebih mungkin terkena jerawat.

Belum jelas bagaimana susu dapat berkontribusi terhadap pembentukan jerawat, namun ada beberapa teori yang diajukan. Beberapa penelitian menunjukkan bahwa produk susu dapat meningkatkan kadar insulin, yang dapat memperburuk keparahan jerawat.

Susu sapi juga mengandung asam amino yang merangsang hati untuk memproduksi lebih banyak IGF-1, yang dikaitkan dengan perkembangan jerawat. Meskipun ada spekulasi mengapa minum susu dapat memperburuk jerawat, masih belum jelas apakah produk susu mempunyai peran langsung. Penelitian lebih lanjut diperlukan untuk menentukan apakah ada jumlah atau jenis produk susu tertentu yang dapat memperparah jerawat.

3. Makanan Cepat Saji

Jerawat sangat terkait dengan pola makan ala Barat yang kaya kalori, lemak, dan karbohidrat olahan. Makanan cepat saji, seperti burger, nugget, hot dog, kentang goreng, soda, dan milkshake, merupakan makanan andalan khas Barat dan dapat meningkatkan risiko jerawat.

Sebuah penelitian pada tahun 2010 terhadap lebih dari 5.000 remaja dan dewasa muda Tiongkok menemukan bahwa diet tinggi lemak dikaitkan dengan 43% peningkatan risiko timbulnya jerawat. Mengonsumsi gorengan secara teratur meningkatkan risiko sebesar 17%.

Penelitian lain pada 2.300 pria Turki menemukan bahwa sering makan burger atau sosis dikaitkan dengan 24% peningkatan risiko timbulnya jerawat. Tidak jelas mengapa makan makanan cepat saji dapat meningkatkan risiko timbulnya jerawat, namun beberapa peneliti berpendapat bahwa hal itu dapat memengaruhi ekspresi gen dan mengubah kadar hormon sehingga mendorong perkembangan jerawat

4. Coklat

Cokelat diduga menjadi pemicu jerawat sejak tahun 1920-an, namun sejauh ini belum ada konsensus yang tercapai. Beberapa survei informal mengaitkan makan coklat dengan peningkatan risiko timbulnya jerawat, namun hal ini tidak cukup untuk membuktikan bahwa coklat menyebabkan jerawat.

Sebuah penelitian menemukan bahwa pria rentan berjerawat yang mengonsumsi 25 gram coklat hitam 99% setiap hari mengalami peningkatan jumlah lesi jerawat hanya dalam waktu 2 minggu. Studi lain pada tahun 2014 menemukan bahwa pria yang diberi kapsul 100% bubuk kakao setiap hari memiliki lebih banyak lesi jerawat secara signifikan setelah 1 minggu.

Alasan mengapa coklat dapat meningkatkan jerawat masih belum jelas, meskipun sebuah penelitian menemukan bahwa makan coklat menyebabkan pengelupasan kulit pada lapisan terluar kulit dan meningkatkan kolonisasi bakteri, yang dapat menyebabkan jerawat.

5. Bubuk Protein Whey

Protein Whey adalah suplemen makanan yang populer. Ini adalah sumber yang kaya asam amino leusin dan glutamin. Menurut beberapa penelitian terdahulu, asam amino ini membuat sel-sel kulit tumbuh dan membelah lebih cepat, yang dapat berkontribusi pada pembentukan jerawat.

Asam amino dalam protein whey juga dapat merangsang tubuh untuk memproduksi kadar insulin dan IGF-1 yang lebih tinggi, yang dikaitkan dengan perkembangan jerawat. Studi lain pada tahun 2013 menemukan korelasi langsung antara tingkat keparahan jerawat dan jumlah hari mengonsumsi suplemen protein whey.

Penelitian-penelitian ini mendukung hubungan antara protein whey dan jerawat. Namun diperlukan lebih banyak penelitian untuk menentukan apakah protein whey menyebabkan jerawat.

6. Alkohol

Merayakan acara khusus dengan minum alkohol atau wine selalu menyenangkan. Namun mengonsumsi alkohol dalam jumlah banyak dapat mengubah kadar hormon.

Meskipun alkohol belum terbukti berdampak langsung pada jerawat, namun ketika kita meminumnya, alkohol biasanya menyebabkan ketidakseimbangan kadar estrogen atau testosteron. Ini merupakan faktor utama dalam frekuensi dan tingkat keparahan jerawat.

Ketika kadar hormon meningkat, kulit kita menghasilkan zat yang disebut sebum yang menyumbat pori-pori kita dengan minyak dan bakteri, yang pada akhirnya menyebabkan timbulnya jerawat. Alkohol juga dapat merusak sistem kekebalan tubuh kita yang biasanya membantu melawan bakteri penyebab acne serta virus umum lainnya.

Makanan yang menyebabkan jerawat bisa bervariasi dari orang ke orang. Tapi beberapa yang umum adalah makanan yang mengandung gula tinggi, makanan berlemak, produk susu, makanan dengan indeks glikemik tinggi, dan makanan yang mengandung gluten.



Simak Video "Bahaya yang Mengintai Jika Pencet Jerawat, Bisa Berujung Kematian"
[Gambas:Video 20detik]
(eny/eny)
jerawat penyebab jerawat makanan penyebab jerawat

Terkini Lainnya

  • Berikut adalah makanan yang menyebabkan jerawat dan penting untuk dihindari:

  • Arti Jerawat di Atas Bibir yang Jangan Diabaikan, sedang Stres?

  • Pola Makan untuk Menghilangkan Jerawat, Rahasia yang Bikin Kulit Kinclong

  • Spearmint Tea untuk Jerawat, Benarkah Efektif? Ini Kata Penelitian

  • Apakah Telur Menyebabkan Jerawat? Cek Faktanya di Sini

  • 10 Jus Buah dan Sayur agar Wajah Bebas Jerawat, Bikin Cantik Alami!

  • Apakah Bawang Putih Bisa Menghilangkan Jerawat? Ini Kata Riset

  • Tak Ingin Wajah Breakout saat Lebaran? Ini Saran Dokter Kulit

  • Klarifikasi Skincare Jerawat 'High-End' usai Tersandung Laporan Kanker

  • Dermatolog Ungkap Jenis Makanan yang Rentan Bikin Jerawatan, Wajib Dibatasi

  • Stres Mikirin Jerawat di Wajah? Sama, Wulan Guritno Juga Pernah

  • Bahaya yang Mengintai Jika Pencet Jerawat, Bisa Berujung Kematian

  • Dok, Gimana Cara Cepat 'Enyahkan' Bekas Jerawat yang Menghitam?

  • KuTips: 3 Saran Dokter Kulit untuk Obati Jerawat pada Remaja

  • 10 Cara Menghilangkan Jerawat Secara Alami, Bisa Pakai Madu-Cuka Apel

Tautan Sahabat