cxhkir.com

Daya Tarik Tenun Berwarna Alami, Ramah Lingkungan Hingga Untungkan Perajin

Cita Tenun Indonesia (CTI) mengadakan acara bincang-bincang tentang pewarnaan alam di Galeri CTI, Dharmawangsa, Jakarta Selatan, pada Selasa (25/6/2024).

Jakarta -

Jauh sebelum isu sustainable fashion menggaung, budaya Indonesia sebenarnya sudah lama mengenal teknik pewarnaan alami yang ramah lingkungan. Namun, geliat industri sempat menggantinya dengan warna kimiawi yang sebenarnya tak hanya berbahaya bagi alam, tapi juga manusia.

"Tanpa disadari, kita sedang meracuni negeri sendiri," ujar Dr. Cut Kamaril Wardhani selaku Pengurus Cita Tenun Indonesia (CTI) Bidang Penelitian dan Pengembangan dalam diskusi 'Rona.Rasa.Rupa', Selasa (25/6/2024).

Cita Tenun Indonesia (CTI) mengadakan acara bincang-bincang tentang pewarnaan alam di Galeri CTI, Dharmawangsa, Jakarta Selatan, pada Selasa (25/6/2024).Dr. Cut Kamaril Wardhani (pojok kanan) dan Dhanny Dahlan (tengah) dalam diskusi 'Rona.Rasa.Rupa' (Foto: Daniel Ngantung/)

Kegiatan yang digelar di CTI Gallery, Dharmawangsa, Jakarta Selatan, membahas seluk-beluk pewarnaan alami untuk produk wastra Nusantara, terkhusus tenun.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Ibu Maril, begitu sapaan akrabnya, sempat menyoroti penggunaan naftol, salah satu bahan kimiawi untuk pakaian, yang peredarannya masih marak di Indonesia meski sudah dilarang karena berbahaya bagi kesehatan manusia dan alam.

"Tapi karena faktor ekonomi, harganya sangat murah sehingga bisa menekan biaya produksi, naftol masih tetap beredar," ujarnya.

Ia juga mengatakan, keragaman kain indonesia mulai mendapat apresiasi dari masyarakat. Batik hingga tenun semakin dikenal. Sayangnya, popularitas yang meningkat tersebut tidak berbanding dengan edukasi tentang betapa Indonesia kaya akan warna-warna alami untuk kain.

Cita Tenun Indonesia (CTI) mengadakan acara bincang-bincang tentang pewarnaan alam di Galeri CTI, Dharmawangsa, Jakarta Selatan, pada Selasa (25/6/2024).Model memeragakan salah satu tenun songket Palembang-Prabumulih berwarna alami buatan desainer Eridani yang sempat diperagakan di Jalinan Lungsi Pakan 2023 dalam gelaran JF3 2023. (Foto: Daniel Ngantung/)

Dicontohkannya biru indigo, salah satu warna alami yang mendominasi pasaran. Tanaman indigo, kata Meril, dapat menghasilkan biru yang berbeda-beda di setiap daerah.

"Tanamannya satu, tapi warna biru indigo di NTT dan Jawa bisa beda karena unsur hara tanah yang tidak sama. Faktor iklim juga sangat berpengaruh," kata alumnus Institut Teknologi Bandung itu.

Itu berarti sangat besar peluang untuk memberdayakan lebih lagi warna alam untuk kain-kain Indonesia. Eksis sejak 16 tahun lalu, CTI konsisten mengadakan pelatihan teknik pewarnaan alami kepada para perajin di daerah-daerah

Pengurus CTI Bidang Quality Control Dhanny Dahlan mengaku tak mudah untuk meyakinkan perajin agar beralih dari pewarnaan sintetis ke alami.

Cita Tenun Indonesia (CTI) mengadakan acara bincang-bincang tentang pewarnaan alam di Galeri CTI, Dharmawangsa, Jakarta Selatan, pada Selasa (25/6/2024).Pembicara diskusi menunjukkan tenun garut yang telah melalui proses pewarnaan alami. (Foto: Daniel Ngantung/)

Mereka sudah 'terjebak' dalam zona nyaman bahwa warna sintetis lebih menguntungkan karena murah, dan warnanya juga lebih menarik.

"Mereka menangis, kami pun menangis karena sama-sama frustasi. Tapi kuncinya sabar," seloroh Dhanny saat menceritakan pengalamn CTI mengadakan pelatihan di sebuah dearah di Sulawesi Tenggara.

Belajar dari pengalaman, lanjut mantan peragawati era 80-an itu, butuh 4-5 pertemuan hingga akhirnya para perajin mantab menggunakan pewarnaan alami.

Biasanya, mereka semakin semangat setelah melihat karya mereka naik pentas di perhelatan akbar mode ibu kota.

Apalagi jika kain tersebut terjual. Menurut Meril, salah satu keuntungan natural dyeing adalah menambah nilai jual kain.

"Rata-rata 20 persen lebih mahal dari kain berwarna kimiawi," ungkap Meril.

Supaya hasil lebih maksimal, ia menyarankan proses penenunan dan pewarnaan benang dilakukan oleh orang yang berbeda. "Idealnya seperti itu, tapi kebanyakan daerah belum bisa. Kalau di Kabupaten Dairi (Sumatera Utara), kami menyarankan untuk membuat UKM yang terpisah agar lebih fokus," katanya.



Simak Video "Tips Merawat Kain Tenun Berbahan Pewarna Alam Agar Awet"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)
tenun cita tenun indonesia pewarnaan alam

Terkini Lainnya

  • Baju Pantai Berbahan Tenun dan Berwarna Hitam? Siapa Takut

  • Gaya Elon Musk Resmikan Starlink di Bali, Pakai Batik Bomba Lagi

  • Ragam Tenun NTT di Tangan Temma Prastio Jadi Busana Pria yang Stylish

  • Sertifikasi Profesi Penenun Tandai 15 Tahun Cita Tenun Indonesia Berdiri

  • Nina Nugroho Usung Kain Tenun Seseh di IN2MF 2023, Sisa Benang Jadi Kain

  • Ariel Tatum Hingga Putri Marino Manis Berkain, Peragakan Karya Sejauh x CTI

  • 5 Kain Tradisional Tak Ternilai di Indonesia, Ada dari Daerahmu?

  • Jamu Akan Resmi Jadi Warisan Budaya Tak Benda Tahun Ini, Berikutnya Tenun

  • Lestarikan Budaya, Festival Tari Tenun dan Songket Nusantara Digelar di TMII

  • Kisah UMKM Tenun Binaan BNI yang Karyanya Dikenakan Ibu Negara-Dunia

  • Di Sarinah Sedang Ada Pameran Produk Tenun Ramah Lingkungan

  • Mengenal Jenis-jenis Tenun Khas Indonesia, Ada Dari Daerahmu?

  • Intip Pembuatan Kerajinan Tenun di Solo

  • Melawat Budaya Sumba di Kampung Adat Padatita

Tautan Sahabat