cxhkir.com

Gaya Chris Martin Beskapan, Motif Batik Bintang Terinspirasi Filosofi Jawa

Gaya Chris Martin Pakai Beskap

Jakarta -

Tren busana bergaya beskap masih terus berlanjut. Menyusul euforia fashion Jeng Yah, karakter yang diperankan Dian Sastrowardoyo di serial Netflix 'Gadis Kretek', beskap mendunia lagi lewat penampilan teranyar Chris Martin.

Pentolan Coldplay itu kedapatan memakai atasan hitam dalam potongan beskap saat menghadiri HEART (Health + Art) Gala yang digelar Venice Family Clinic di Los Angeles, California, Amerika Serikat, pada Sabtu (11/5/2024).

Beskap yang dipakainya merupakan keluaran jenama lokal Sukkha Citta yang didirikan oleh Denica Riadini-Flesch pada 2016 setelah mengundurkan diri sebagai pegawai Bank Dunia demi fokus merintis usaha yang memberdayakan perempuan Indonesia.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Di akun Instagram-nya, Denica mengunggah foto yang memperlihatkan Chris berbalut beskap hitam tersebut, dipadu jeans hitam, saat dipotret bersama gitaris band legendaris U2, The Edge, dan istrinya, Morleigh Steinberg.

"From our Ibus to the world: Chris Martin in the @SukkhaCitta ANGKASA Sinar Beskap at the Venice Family Clinic's HEART fundraising event," tulisnya, Selasa (14/5/2024).

[Gambas:Instagram]



Dijelaskan di situs Sukkha Citta, koleksi Angkasa terinspirasi dari filosofi Jawa 'Urip Iku Urup' yang menjadi pedoman para perajin batik dan kapas yang didominasi oleh para ibu.

Filosofi tersebut tentang esensi kehidupan manusia untuk menerangi sesamanya atau bermanfaat bagi orang-orang di sekitarnya.

"Saat kita memberanikan diri untuk bersinar, kita menyalakan api dan bersama-sama menjadi lebih terang benderang. Menyinari jalan ke depan, untuk masa depan yang kita yakini," demikian dijelaskan di situs tersebut.

Gaya Chris Martin Pakai BeskapFoto: Dok. Sukkha Citta

Dinamai The Angkasa Sinar Beskap Jacket, atasan yang Chris pakai berhiaskan motif batik tulis berbentuk bintang. Kainnya terbuat dari benang kapas hasil pembudidayaan yang etis tanpa mengeksploitasi alam dan pekerjanya.

Kain yang dijahit di Bali tersebut kemudian melalui proses pembatikan halus secara manual alias dengan tangan di Jawa Tengah. Adapun teknik pewarnaan dilakukan secara alami. Kancing dari mutiara Makassar hadir sebagai sentuhan akhir.

Setidaknya proses pembuatan jaket beskap ini memakan waktu hingga 180 hari. Di situs Sukkha Citta, fashion item ini tersedia dalam harga hampir Rp 13 juta.

Selain sebagai entertainer, Chris Martin juga dikenal sebagai filantropis dan aktivis lingkungan. Maka tak heran bila jaket ini memikatnya.

"The Angkasa is indeed full of stars ✨️🙌❤️ (pun intended)," komentar seorang netizen merujuk pada lagu Coldplay yang bertajuk 'A Sky Full of Stars'.



Simak Video "Saat Chris Martin Singgung Kemacetan di Indonesia"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)
chris martin batik beskap

Terkini Lainnya

  • Agnez Mo Cantik Berbatik di Gold Gala, Dihadiri Michelle Yeoh Hingga Lucy Liu

  • Desainer Dries Van Noten Pensiun Setelah Hampir 40 Tahun Berkarya

  • Batik Keris dan Wilsen Willim Bersinergi, Kaesang Menikmati dari Front Row

  • Perdana, Iwan Tirta Garap Kain Ramah Lingkungan untuk Koleksi Ramadan 2024

  • Adu Strategi Desainer Indonesia Gaet Pasar AS di New York Fashion Week

  • Cerita di Balik Taeyong NCT Pakai Batik dari Istri Menteri, Harga Fantastis

  • Ikut Workshop Batik Lukis di Batik Seno Painting, Yuk!

  • Pemkab Serang Ajak Puluhan Warga Latihan Membatik di Bandung

  • Batik Aromaterapi Asal Madura Terbang ke AS hingga Korsel, Ini Rahasianya

  • 3 Acara Seru di Museum RI Selama Bulan Februari 2024, Catat Ya!

  • 5 Kain Tradisional Tak Ternilai di Indonesia, Ada dari Daerahmu?

  • Harapan Pengrajin Batik ke Gibran Rakabuming Jika Jadi Wapres

  • Pernah Lihat Kopi dan Teh Jadi Pewarna Batik?

  • Kece Banget! Kerajinan Batik 'Disulap' Jadi Baju hingga Gantungan Kunci

Tautan Sahabat