cxhkir.com

Inspirasi Kesederhanaan Tenun Baduy di Tangan Dingin Desainer Tangsel

Busana Tenun Baduy Karya Emmy Thee

Jakarta -

Sebuah kunjungan ke desa Baduy Luar, Banten, pada 2021 sangat membekas di benak desainer Emmy Thee. Pertemuan tersebut membuahkan sebuah koleksi busana tenun khas Baduy yang memikat.

Emmy yang fokus menggarap berbagai wastra Nusantara sejak 2014 berkunjung ke Baduy tanpa ada niatan untuk berburu tenun Baduy.

"Ke sana waktu itu sebenarnya cuma buat wisata saja," cerita Emmy di ujung telepon dari Magelang, Jawa Tengah, pada Rabu (28/6/2023).

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Namun, interaksi perancang yang berbasis di Tangerang Selatan, Banten, ini dengan warga lokal membuatnya penasaran dengan tenun Baduy.

Dari penjelasan warga, perkenalannya dengan warisan budaya tersebut semakin mendalam. Masih teringat betul di benak Emmy bahwa wastra kreasi perajin Baduy, baik batik maupun tenun, sarat akan filosofi hidup dalam kesederhanaan.

"Lama-lama jadi jatuh cinta juga," ungkap anggota Indonesian Fashion Chamber (IFC) ini.

Terinspirasi dari kisah di balik tenun Baduy, Emmy pun berkarya dengan kain yang dibelinya sewaktu ke Baduy Luar. Di tangan dingin perempuan asal Sambas, Kalimantan Barat ini, kain berwarna dasar hitam yang penuh motif geometris berbentuk persegi panjang dalam warna merah kontras 'disulap' menjadi pilihan busana siap pakai.

Busana Tenun Baduy Karya Emmy TheeBusana berbahan tenun khas Baduy kreasi desainer Emmy Thee. (Foto: Dok. Pribadi)

Koleksi yang terdiri dari enam look (set busana) tersebut naik pentas secara perdana di panggung Jakarta Fashion Trend gelaran IFC pada Februari 2022 lalu.

Emmy mengungkapkan, sebenarnya tak ada tantangan berarti dalam menggarap tenun khas Baduy. Namun, motifnya cenderung tampak kaku sehingga butuh trik khusus untuk menghindari kesan monoton.

"Saya menyiasatinya dengan cutting, seperti asimetris, supaya tampilannya lebih dinamis. Siluetnya juga saya buat tetap feminin," kata Emmy.

Seperti wastra lain yang digarapnya, Emmy mengolah tenun Baduy dengan mengedepankan konsep zero waste. Sebisa mungkin, pemotongan kain yang berlebihan dihindari demi meminimalkan limbah.

Maka teknik draperi cukup mendominasi koleksi busana Baduy besutan Emmy. Mulai dari atasan berupa atasan lilit bergaya off-shoulder hingga bawahan seperti rok maksi. Padanan aksesori seperti kalung dan anting berbahan kayu buatan mahasiswa Institut Kesenian Jakarta semakin memancarkan aura karakter etnik kontemporer dari koleksi tersebut.

Busana Tenun Baduy Karya Emmy TheeBusana berbahan tenun khas Baduy kreasi desainer Emmy Thee. (Foto: Dok. Pribadi)

Secara komersial, Emmy mengklaim kreasinya mendapat respons positif sehingga menandakan bahwa tenun Baduy memiliki peminat selama diolah secara kreatif. Ia berharap dapat memaksimalkan lagi penggunaan tenun Baduy agar dapat membawa manfaat bagi perajin dan warga lokal.

Namun untuk sementara ini, aku Emmy, belum berkesempatan untuk berkolaborasi lebih lanjut dengan perajin. Misal, menciptakan motif yang sesuai dengan selera pasar, tapi tanpa meninggalkan unsur kearifan lokalnya.

"Kami belum eksplor lagi soal kans tersebut. Mungkin juga karena mereka masih punya pakem yang dipegang teguh sehingga belum bisa terbuka dengan perubahan," kata wanita yang mendalami ilmu desainnya di sekolah mode Bunka Jakarta.

Transformasi Digital

Emmy mengolah tenun Baduy saat berjuang untuk bertahan di tengah pandemi COVID-19. Dari awal merintis UMKM mode dengan membawa merek sesuai namanya, perempuan berusia 40-an ini hanya mengandalkan penjualan langsung seperti berpartisipasi di berbagai bazar atau membuka pop-up store di pusat belanja.

Sampai akhirnya pandemi 'memaksa' Emmy untuk merambah bisnis secara online atau daring.

"Beruntung waktu itu pemerintah getol memberi penyuluhan jualan online. Jadi saya cukup teredukasi dengan baik," ungkap Emmy yang mengurusi semua urusan desain hingga pemasaran alias 'one man show' ini.

Emmy yang tadinya buta soal e-commerce, akhirnya melek dan perlahan mulai lihai berjualan di ranah digital. Pendapatan pun tetap diraup di tengah keterbatasan.

"Sampai sekarang masih aktif (jualan online). Bahkan saya punya tim khusus yang terdiri dari dua orang untuk menanganinya," tambah Emmy yang karyanya sempat dipakai penyanyi viral Putri Ariani saat bertemu Presiden Joko Widodo beberapa waktu lalu.

Demi mengasah kemampuannya, ia juga aktif mengikuti berbagai program pembekalan seperti BRILianpreneur tahun lalu besutan Bank Rakyat Indonesia (BRI).

Diakui Emmy, ajang tersebut sangat bermanfaat dalam menambah wawasannya tentang seluk-beluk menjalankan usaha. Namun, tidak demikian secara penjualan.

Busana Tenun Baduy Karya Emmy TheeDesainer Emmy Thee (Foto: Dok. Pribadi)

"Waktu itu, kami sempat diminta untuk mengirimkan barang untuk dipamerkan di BRILianpreneur. Saya tidak datang karena hanya produknya saja yang diperlukan. Padahal kalau datang, saya bisa menyampaikan cerita menarik di balik produk kami sehingga bisa menarik minat calon pembeli," jelas Emmy.

Ia berharap, jika mendapat kesempatan berpartisipasi lagi di BRILianpreneur, UMKM bisa berinteraksi lebih leluasa dengan konsumen.

Peluang pembekalan seperti yang diadakan BRILianpreneur kerap datang menghampirinya. Hanya saja, program tersebut kebanyakan khusus digelar bagi UMKM yang berdomisili di Jakarta.

Sebagai pemilik KTP Tangerang Selatan, ia pun harus merelakan kesempatan tersebut. "Justru kalau dari Pemprov Banten saya jarang terima atau mungkin karena saya juga kurang getol mencarinya," kataya.



Simak Video "Serba Serbu BRIlianpreneur Eps 2"
[Gambas:Video 20detik]
(dtg/dtg)
tenun baduy tangerang selatan umkm emmy thee wastra

Terkini Lainnya

  • Transformasi Digital

  • Glamor Perayaan Ulang Tahun Emil Eriyanto, Batik Jadi Primadona

  • Tinggal di Luar Negeri, Anggun C Sasmi Tetap Gemar Pakai Wastra Indonesia

  • Ukir Sejarah, Desainer Edward Hutabarat Pamer Kain Nusantara di Louvre Paris

  • Gelar Batik Nusantara 2023 Digelar, Hadirkan Rumah Serba Batik

  • Rasa Baru Wastra dari Monica Ivena dan Wilsen Willim di Kain Negeri JF3 2023

  • Menggali Potensi Tenun Lombok Lewat Karya Desainer Internasional

  • Geber Ekonomi Lokal, Sentra UMKM Bakal Dibangun di Tepi Pantai Sanur

  • Waka MPR Dorong Semua Pihak Genjot Produktivitas Sektor UMKM

  • Demokrat Dukung Riza Patria-Marshel Widianto di Pilwalkot Tangsel

  • Pelaku Usaha Bisa Jangkau Pasar Lebih Luas, Begini Caranya

  • Kolaborasi Shopee-Pos Indonesia Dorong UMKM Surabaya Naik Kelas

  • Jurus Bank BUMN Dorong Usaha Kecil Tembus Pasar Dunia

  • Foto: Playground Seru di Tangsel yang Ada Mini Zoonya

  • Beragam Produk UMKM Ramaikan Peringatan Hari Koperasi Nasional

Tautan Sahabat